MAKALAH
“Perkembangan Peserta Didik Dengan Kecerdasan
Ganda”
DOSEN PEMBIMBING:
Refika Andriani,M.Pd
DISUSUN OLEH:
Dinda Triana Safitri (1888203018)
Iffa Luxviya (1888203017)
Mardyah Wikha
(1888203061)
Rudin (1888203050)
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Lancang Kuning
2018/2019
KATA PENGANTAR
Bismillahi
Rahmanirrahim
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
kelompok ini dengan tepat waktu. Adapun isi dari makalah
ini mengenai “Perkembangan
Peserta Didik Dengan Kecerdasan Ganda”
Tak lupa pula ucapan terima kasih kami kepada Dosen dan
orang-orang yang telah berpartisipasi atas terselesaikannya makalah ini.
Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran
sangat dibutuhkan agar makalah ini kedepannya dapat disempurnakan.
Akhirul
Kalam.
Pekanbaru,28 September 2018
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar........................................................................................................................... 1
Daftar
Isi.................................................................................................................................... 2
BAB 1 Pendahuluan................................................................................................................ 3
A.
Latar
Belakang..................................................................................................................... 3
B.
Rumusan
Masalah................................................................................................................ 4
C.
Tujuan
Pembahasan.............................................................................................................. 4
BAB
II Pembahasan................................................................................................................ 5
A.
Pengertian
Kecerdasan Ganda............................................................................................. 5
B.
Jenis-Jenis
Intelegensi.......................................................................................................... 6
C.
Faktor
Yang Mempengaruhi Kecerdasan............................................................................ 9
D.
Cara
Meningkatkan Kecerdasan........................................................................................ 11
E.
Melatih
Kecerdasan yang Berimbang................................................................................ 12
BAB
III Penutup.................................................................................................................... 13
A.
Kesimpulan........................................................................................................................ 13
B.
Saran.................................................................................................................................. 13
Daftar Pustaka......................................................................................................................... 14
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pendidikan pada
dasarnya merupakan suatu proses pengembangan potensi individu. Melalui
pendidikan, potensi yang dimiliki oleh individu akan diubah menjadi kompetensi.
Kompetensi mencerminkan kemampuan dan kecakapan individu dalam melakukan suatu
tugas atau pekerjaan. Tugas pendidik atau guru dalam hal ini adalah
memfasilitasi anak didik sebagai individu untuk dapat mengembangkan potensi
yang dimiliki menjadi kompetensi sesuai dengan cita-citanya. Kenyataan
menunjukkan bahwa program pendidikan yang berlangsung saat ini lebih banyak
dilaksanakan dengan cara membuat generalisasi terhadap potensi dan kemampuan
siswa. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman pendidik tentang tingkat
kecerdasan setiap peserta didik. (irawidyastuti94,2014)
Istilah
kecerdasan atau intelegensi bukanlah sesuatu yang baru bagi kita sebagai
pendidik. Namun sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, ilmu tentang
kecerdasanpun berkembang. Banyak ahli dari berbagai bidang disiplin ilmu
melakukan penelitian tentang otak manusia. Setiap individu tidak hanya memiliki
satu kecerdasan tetapi lebih yaitu disebut juga multiple intelligences atau
kecerdasan ganda. (Budiningsih, 2005).
Kecerdasan
ganda merupakan potensi yang dimiliki seseorang yang dapat diaktifkan melalui
proses belajar, interaksi dengan keluarga, guru, teman dan nilai-nilai budaya
yang berkembang. Kecerdasan mengandung dua aspek pokok yaitu; kemampuan belajar
dari pengalaman dan beradaptasi terhadap lingkungan (Armstrong, 2002).
Kecerdasan yang
paling menonjol akan mengontrol kecerdasan-kecerdasan lainnya dalam memecahkan
masalah. (Relvan, 2004).
B.
Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan pendidikan?
2. Bagaimana perkembangan ilmu pendidikan?
3. Aspek apa saja yang dalam kecerdasan ganda?
C.
Tujuan Pembahasan
1. Untuk mengetahui arti dari pendidikan.
2. Untuk mengetahui perkembangan ilmu pendidikan
3. Untuk mengetahui aspek kecerdasan ganda
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Kecerdasan Ganda
Istilah kecerdasan atau intelegensi bukanlah sesuatu
yang baru bagi kita sebagai pendidik. Namun sejalan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan, ilmu tentang kecerdasanpun berkembang.
Jerold
E Salah satu karakteristik penting dari individu yang perlu dipahami oleh
guru sebagai pendidik adalah bakat dan kecerdasan individu. Guru yang tidak
memahami kecerdasan anak didik akan memiliki kesulitan dalam memfasilitasi
proses pengembangan potensi individu menjadi yang dicita-citakan.
Menurut William
Stern, kecerdasan adalah kapasitass umum dari kesadaran individu untuk
menyesuaikan pikirannya terhadap persyaratan atau tuntutan baru.
Sedangkan,Charless Spearman menyebutkan bahwa kecerdasan merupakan dua
kemampuan, yaitu kemampuan yang memegang tugas-tugas Intelektual dan sejumlah
kemampuan khusus (memecahkan persoalan).
Bailer dan charles mengungkapkan bahwa
kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk menyesuaikan dan memecahkan
persoalan-persoalan baru. Kemampuan-Kemampuan ini saling berhubungan,
sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
atau KBBI (Depiknas, 2001) menyatakan bahwa kata cerdas berarti :“sempurna
perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti,dll); tajam pikiran;
sempurna pertumbuhan tubuhnya ( sehat, kuat )”. Sedangkan kecerdasan berarti: “
perihal cerdas; perbuatan mencerdaskan; kesempurnaan perkembangan akal budi (
seperti kepandaian, ketajaman pikiran ) “. Jadi, kecerdasan ganda adalah suatu
kesempurnaan perkembangan akal budi baik dari pemikiran, kecakapan, emosional,
dan moral seseorang.
B.
Jenis-jenis
Intelegensi.
Horward
Gardner
menyatakan ada delapan jenis intelegensi, yaitu sebagai berikut.
1. Intelegensi Bahasa ( Linguistik )
Intelegensi Bahasa adalah
kemampuan-kemampuan berfikir dengan kata-kata, seperti kemampuan untuk memahami
dan merangkai kata dan kalimat baik lisan maupun tertulis. Berikut karakteristik
individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi bahasa.
1) Senang membaca buku, bercerita atau
berdongeng.
2) Senang berkomunikasi,
berbicara,berdialog, berdiskusi, dan senang berbhasa asing.
3) Pandai menghubungkan atau merangkai
kata-kata atau kalimat baik lisan maupun tulisan.
4) Senang mendengarkan music.
5) Pandai mengingat dan menghapal.
6) Humoris.
2. Intelegensi Logis-Matematis.
Intelegensi logis matematis adalah kemampuan dalam penalaran atau
menghitung, seperti kemampuan menelaah masalah secra logis, ilmiah, dan
matematis. Berikut krakteristik individu yang menunjukkan kemampuan dalam
intelegensi logis- matematis.
1. Senang bereksperimen, bertanya,
menyusun atau merangkai teka-teki.
2. Senang dan pandai berhitung dan
bermain angka.
3. Senang mengorganisasikan sesuatu,
meyusun skenario.
4. Mampu berfikir logis baik induktif
maupun deduktif.
3. Intelegensi Visual Spasial
Intelegensi
visual spasial adalah kemampuan berfikir dalam citra dan gambar. Eperti
kemampuan membayangkan bentuk suatu obyek. Berikut kerakteristik individu yang
memeiliki kemampuan intelegensi visual spasial.
1. Senang merancang sketsa, gambar,
desain grafik, table.
2. Peka terhadap citra, warna.
3. Pandai memvisualisasikan ide.
4. Imajinasinya aktif.
5. Mudah menemukan jalan dalam ruang.
6. Mempunyai persepsi yang tepat dari
berbagai sudut.
4. Intelegensi musikal
Merupakan
suatu kemampuan berfikir dengan nada, irama, dan melodi juga pada suara alam.
Berikut karakteristik individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi
musikal.
1. Pandai mengubah atau menciptakan
musik.
2. Senang dan pandai bernyanyi.
3. Pandai mengoperasikan musik srta menjaga ritme.
4. Mudah menangkap musik.
5. Peka terhadap suara musik.
5. Intelegensi Kinestetik Tubuh.
Kecerdasan kinestetik
tubuh yaitu kemampuan yang berhubungan
dengan gerakan tubuh termasuk gerakan motoric otak yang mengendalikan
tubuh seperti kemampuan untuk mengendalikan dan menggunakan badari dengan mudah
dan cekatan. Berikut krakteristik intelegensi kinestetik tubuh.
1. Senang menari dan akting.
2. Pandai dan aktif dalam olahraga tertentu.
6. Intelegensi Interpersonal ( Sosial )
Merupakan
kemampuan berkomunikasidan berinteraksi dengan orang lain. Berikut
karakteristik individu yang menunjukkan kempampuan intelegensi interpersonal.
1. Mampu berorganisasi dan menjadi pemimpin
dalam suatu organisasi.
2. Mampu bersosialisasi, menjadi
mediator, bermain dalam kelompok/klub, dan pandai bekerja sama.
3. Senang permainanberkelompok daripada
individual.
4. Biasanya menjadi tempat mengadu
orang lain.
5. Senang berkomunikasi verbal dan non-verbal.
6. Peka terhadp teman, suka memberi
feed back.
7. Mudah membedakan dan mengenal
perasaan dan pribadi orang lain.
7. Intelegensi Naturalis.
Intelegensi
naturalis adalah kemampuan untuk memahami gejala alam. Berikut karakteristis
individu yang menunjukkan kemampuan intelegensi naturalis.
1. Senang terhadap floran dan fauna,
bertani, berkebun, memelihara binatang,berinteraksi dengan binatang dan
berburu.
2. Pandai melihat perubahan alam,
meramal cuaca, meneliti tanaman.
3. Senang kegiatan dialam terbuka.
C.
Faktor Yang Memengaruhi Kecerdasan
Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi
kecerdasan, yaitu:
- Faktor Bawaan atau Biologis
Dimana
faktor ini ditentukan oleh sifat yang dibawa sejak lahir. Batas kesanggupan
atau kecakapan seseorang dalam memecahkan masalah, antara lain ditentukan oleh
faktor bawaan. Meskipun banyak argumentasi para ahli tentang besaran pengaruh
genetika atau faktor keturunan dalam perkembangan kecerdasan seseorang, tetapi
semua sepakat bahwa genetika sedikit banyak berpengaruh. Hasil riset dibidang
neuroscience menunjukkan bahwa faktor genetika berpengaruh terhadap respon
kognitif seperti kewaspadaan, memori, dan sensori.
- Faktor Minat dan Pembawaan yang
Khas
Dimana
minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi
perbuatan itu.
- Faktor Pembentukan atau
Lingkungan
Dimana pembentukan adalah segala keadaan
di luar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan inteligensi.
- Faktor Kematangan
Dimana tiap organ dalam tubuh manusia
mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
- Faktor Kebebasan
Hal ini berarti manusia dapat memilih
metode tertentu dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Di samping kebebasan
memilih metode, juga bebas dalam memilih masalah yang sesuai dengan
kebutuhannya.
- Pengalaman
Pengalaman merupakan ruang belajar yang
dapat mendorong pertumbuhan potensi seseorang. Penelitian menunjukkan bahwa
potensi otak tumbuh dan berkembang sejalan dengan pengalaman hidup yang
dilaluinya. Sejak lahir hingga masa kanak-kanak yang memperoleh pengasuhan yang
baik dari ibunya akan tumbuh lebih cepat dan lebih sukses dibanding anak yang
kurang mendapat perhatian cenderung menimbulkan rasa rendah diri dan frustasi.
- Lingkungan
Lingkungan
atau konteks akan banyak membentuk kepribadian termasuk potensi kecerdasan
seseorang. Lingkungan yang memberikan stimulus dan tantangan diikuti upaya
pemberdayaan serta dukungan akan memperkuat mental dan kecerdasan.
- Kemauan dan Keputusan
Kemauan
yang kuat dalam diri seseorang membantu meningkatkan daya nalar dan kemampuan
memecahkan masalah. Kemauan dan keputusan sering dijelaskan dalam teori
motivasi. Dorongan positif akan timbul dalam diri seseorang sejalan dengan
lingkungan yang kondusif, sebaliknya jika lingkungan kurang menantang sulit
untuk membangun kesadaran untuk berkreasi. Otak yang paling cerdas sekalipun
akan sulit mengembangkan potensi intelektualnya.
9. Aktivitas
Belajar dan Kegiatan Harian
Aktivitas
dan kebiasaan manusia merupakan pengalaman yang sangat berharga dan bermakna
bagi kesuksesan seseorang. Menggali kebiasaan hidup sehari-hari sangat membantu
dalam memetakan pengalaman belajar yang dipadukan dengan pengetahuan dan
keterampilan yang dibutuhkan dalam masyarakat. Implikasi dari model belajar
terpadu melalui aktivitas dan pengalaman nyata pada intinya menyerukan
perubahan fundamental dalam praktek bersekolah-di-rumah yang bersifat padagogis
dengan rangkaian pengembangan kemampuan majemuk melalui kebiasaaan dan
pengalaman yang berlangsung sepanjang hayat.
D.
Cara
Meningkatkan Kecerdasan.
Ada
beberapa cara meningkatkan kecerdasan diantranya adalah :
A. Mengaktifkan Seluruh Indra Anak
Didik
Ada
tiga cara yang dapat ditempuh untuk mengaktifkan seluruh indra anak didik,
yaitu sebagai berikut :
1. Melatih cara mendengar yang efektif.
Melatih
anak didik cara mendengar yang efektif perlu dilakukan karena lewat pendengaran
peserta didik dapat berimajinasi dan berkreativitas.
2. Melatih mata untuk memebaca cepat
dan efektif.
Melalui
mata otak dapat menerima fakta-fakta yang menakjubkan yang dapat memberikan
rangsangan yang lebih kaya, sehingga mata dapat melihat jeli, analitis dan
akurat. Mata sangat erat dengan kemampuan membaca. Kecepatan membaca orang
normal rata-rata 300 kata permenit dengan kemampuan mengingat 40-70% dari
seluruh isi bacaan. Bagi seseorang yang terampil kecepatan membacanya dapat
mencapai 600 kata permenit dengan kemampuan mengingat isi bacaan secara utuh.
3. Melatih keterampilan menulis atau membuat
catatan yang cepat dan tepat.
Mengenai
keterampilan ini, penelitian menunjukkan hasil sebagai berikut.
1) Ada siswa yang tidak mencatat sama
sekali.
2) Ada siswa yang diberikan catatan
lengkap yang dibuatkan oleh guru.
3) Ada siswa yang membuat catatan
lengkap sendiri.
4) Ada siswa yang diberikan catatan
berupa rangkuman oleh guru.
5) Ada siswa yang membuat catatan
berupa rangkuman sendiri.
6) Ada siswa yang diberikan catatan
berupa kata-kata kunci dari guru.
7) Ada siswa yang diberikan catatan
berupa kata-kata kunci sendiri.
Siswa yang
terakhir inilah yang paling bagus hasil belajarnya. Hal ini karena pikiran
hanya dapat mengingat kata-kata bukan kalimat. Kata-kata kunci merupakan
kata-kata inti yang menghubungkan satu pengertian dengan pengertian berikutnya
dalam suatu bacaan.
E.
Melatih Kecerdasan yang Berimbang.
Kini sudah
waktunya kita sebagai guru menerapkan teknik-teknik pembelajaran yang dapat
menciptakan suasana belajar secara praktis. Dengan cara ini anak didik akan
dapat mengalami dan menghayati apa yang dipelajari secara utuh.
Caranya adalah sebelum memulai pelajaran guru dapat
memberikan tes atau angket kepada siswanya untuk menjelajahi intelegensi
mereka. Pertanyaan-pertanyaan itu dibaca dan diisi sendiri oleh siswa kemudian
guru mengolahnya. Dengan cara ini guru dapat melihat intelegensi mana yang
paling menonjol pada siswa.
Tugas guru
adalah mengkombinasikan dan memadukan intelegensi-intelegensi tersebut sebanyak
mungkin dan membuat mereka senang belajar sehingga mereka mampu menggunakan
intelegensi.
Melatih
Silang Kecerdasan yang Berbeda.yang dimaksud dengan “silang” di sini adalah
setiap intelegensi/kecerdasan anak didik tidak dikembangkan secara bersamaan,
tetapi dikembangkan satu per satu secara terpisah. Tujuannya adalah agar anak
didik dapat mengasah setiap bagian kecerdasannya selama waktu tertentu. Hal-hal
yang harus diperhatikan dalam membangun stasiun kecerdasan adalah sebagai
berikut
1) Pilih materi/isi pelajaran yang
khusus berdasarkan tingkat kesulitannya.
2) Identifikasi semua kemampuan yang ada dalam
setiap jenis kecerdasan.
3) Klasifikasikan isi/bahan pelajaran sesuai
dengan kemampuan-kemampuan yang ada disetiap jenis kecerdasan, sampai
menghasilkan satu-satu stasiun kecerdasan.
4) Tempatkanlah setiap stasiun
kecerdasan ini di tempat-tempat yang sering dikunjungi anak didik atau yang
mudah terlihat dari berbagai arah.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setiap individu tidak
hanya memiliki satu kecerdasan tetapi lebih yaitu disebut juga multiple intelligences atau kecerdasan ganda. Dan setiap individu memiliki potensi yang unik
yang harus dikembangkan menjadi kompetensi. Keceerdasan adalah sehimpunan
kemampuan dan keterampilan. Kecerdasan dapat ditingkatkan dengan cara belajar
yang mengembangkan kemampuannya secara penuh.Pengoptimalan segala potensi yang
dimiliki seseorang melalui penerapan kecerdasan ganda dalam pendidikan agama.
Salah satu karakteristik penting yang harus dipahami seorang guru adalah
memahami kecerdasan anak didik dan seorang guru harus mempunyai kemampuan
khusus yaitu memecahkan persoalan anak didik, contohnya guru harus memahami
batas kesanggupan atau kecakapan seorang siswa dalam memecahkan masalah.
B.
Saran
Dari makalah yang penulis sampaikan adapun saran penulis adalah setelah
membaca makalan ini diharapkan agar setiap orang mau belajar mengasah
kecerdasan yang dimilikinya sehingga jika setiap orang mampu menggunakan
inteligensi atau kecerdasannya yang paling kuat maka mereka akan menemukan
bahwa belajar itu mudah dan menyenangkan.
DAFTAR PUSTAKA
http://merywintari.blogspot.co.id/2012/04/teori-kecerdasan-ganda-dan-penerapannya.html
