Music

Sabtu, 01 Desember 2018


MAKALAH
“Perkembangan Peserta Didik Dengan Kecerdasan Ganda”
DOSEN PEMBIMBING:
Refika Andriani,M.Pd

DISUSUN OLEH:
Dinda Triana Safitri                (1888203018)
Iffa Luxviya                             (1888203017)
Mardyah Wikha                      (1888203061)
Rudin                                       (1888203050)

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Lancang Kuning
2018/2019


KATA PENGANTAR
Bismillahi Rahmanirrahim
            Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kelompok ini dengan tepat waktu. Adapun isi dari makalah ini mengenai “Perkembangan Peserta Didik Dengan Kecerdasan Ganda”
Tak lupa pula ucapan terima kasih kami kepada Dosen dan orang-orang yang telah berpartisipasi atas terselesaikannya makalah ini.
            Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran sangat dibutuhkan agar makalah ini kedepannya dapat disempurnakan.
Akhirul Kalam.
                                                                                                                               

              Pekanbaru,28 September 2018



DAFTAR ISI
Kata Pengantar........................................................................................................................... 1                  
Daftar Isi.................................................................................................................................... 2
BAB 1 Pendahuluan................................................................................................................ 3
A.    Latar Belakang..................................................................................................................... 3      
B.     Rumusan Masalah................................................................................................................ 4
C.     Tujuan Pembahasan.............................................................................................................. 4      
BAB II Pembahasan................................................................................................................ 5
A.    Pengertian Kecerdasan Ganda............................................................................................. 5
B.     Jenis-Jenis Intelegensi.......................................................................................................... 6
C.     Faktor Yang Mempengaruhi Kecerdasan............................................................................ 9
D.    Cara Meningkatkan Kecerdasan........................................................................................ 11
E.     Melatih Kecerdasan yang Berimbang................................................................................ 12

BAB III Penutup.................................................................................................................... 13
A.    Kesimpulan........................................................................................................................ 13
B.     Saran.................................................................................................................................. 13
Daftar Pustaka......................................................................................................................... 14





BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan potensi individu. Melalui pendidikan, potensi yang dimiliki oleh individu akan diubah menjadi kompetensi. Kompetensi mencerminkan kemampuan dan kecakapan individu dalam melakukan suatu tugas atau pekerjaan. Tugas pendidik atau guru dalam hal ini adalah memfasilitasi anak didik sebagai individu untuk dapat mengembangkan potensi yang dimiliki menjadi kompetensi sesuai dengan cita-citanya. Kenyataan menunjukkan bahwa program pendidikan yang berlangsung saat ini lebih banyak dilaksanakan dengan cara membuat generalisasi terhadap potensi dan kemampuan siswa. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman pendidik tentang tingkat kecerdasan setiap peserta didik. (irawidyastuti94,2014)
Istilah kecerdasan atau intelegensi bukanlah sesuatu yang baru bagi kita sebagai pendidik. Namun sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, ilmu tentang kecerdasanpun berkembang. Banyak ahli dari berbagai bidang disiplin ilmu melakukan penelitian tentang otak manusia. Setiap individu tidak hanya memiliki satu kecerdasan tetapi lebih yaitu disebut juga multiple intelligences atau kecerdasan ganda. (Budiningsih, 2005).
Kecerdasan ganda merupakan potensi yang dimiliki seseorang yang dapat diaktifkan melalui proses belajar, interaksi dengan keluarga, guru, teman dan nilai-nilai budaya yang berkembang. Kecerdasan mengandung dua aspek pokok yaitu; kemampuan belajar dari pengalaman dan beradaptasi terhadap lingkungan (Armstrong, 2002).
Kecerdasan yang paling menonjol akan mengontrol kecerdasan-kecerdasan lainnya dalam memecahkan masalah. (Relvan, 2004).



B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan pendidikan?
2.      Bagaimana perkembangan ilmu pendidikan?
3.      Aspek apa saja yang dalam kecerdasan ganda?

C.    Tujuan Pembahasan
1.      Untuk mengetahui arti dari pendidikan.
2.      Untuk mengetahui perkembangan ilmu pendidikan
3.      Untuk mengetahui aspek kecerdasan ganda




BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Kecerdasan Ganda
Istilah kecerdasan atau intelegensi bukanlah sesuatu yang baru bagi kita sebagai pendidik. Namun sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, ilmu tentang kecerdasanpun berkembang.
           Jerold E Salah satu karakteristik penting dari individu yang perlu dipahami oleh guru sebagai pendidik adalah bakat dan kecerdasan individu. Guru yang tidak memahami kecerdasan anak didik akan memiliki kesulitan dalam memfasilitasi proses pengembangan potensi individu menjadi yang dicita-citakan.
Menurut William Stern, kecerdasan adalah kapasitass umum dari kesadaran individu untuk menyesuaikan pikirannya terhadap persyaratan atau tuntutan baru. Sedangkan,Charless Spearman menyebutkan bahwa kecerdasan merupakan dua kemampuan, yaitu kemampuan yang memegang tugas-tugas Intelektual dan sejumlah kemampuan khusus (memecahkan persoalan).
            Bailer dan charles mengungkapkan bahwa kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk menyesuaikan dan memecahkan persoalan-persoalan baru. Kemampuan-Kemampuan ini saling berhubungan,
sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia  atau KBBI (Depiknas, 2001) menyatakan bahwa kata cerdas berarti :“sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti,dll); tajam pikiran; sempurna pertumbuhan tubuhnya ( sehat, kuat )”. Sedangkan kecerdasan berarti: “ perihal cerdas; perbuatan mencerdaskan; kesempurnaan perkembangan akal budi ( seperti kepandaian, ketajaman pikiran ) “. Jadi, kecerdasan ganda adalah suatu kesempurnaan perkembangan akal budi baik dari pemikiran, kecakapan, emosional, dan moral seseorang.



B.     Jenis-jenis Intelegensi.
Horward Gardner menyatakan ada delapan jenis intelegensi, yaitu sebagai berikut.
1.      Intelegensi Bahasa ( Linguistik )
Intelegensi Bahasa adalah kemampuan-kemampuan berfikir dengan kata-kata, seperti kemampuan untuk memahami dan merangkai kata dan kalimat baik lisan maupun tertulis. Berikut karakteristik individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi bahasa.
1)      Senang membaca buku, bercerita atau berdongeng.
2)      Senang berkomunikasi, berbicara,berdialog, berdiskusi, dan senang berbhasa asing.
3)      Pandai menghubungkan atau merangkai kata-kata atau kalimat baik lisan maupun tulisan.
4)      Senang mendengarkan music.
5)       Pandai mengingat dan menghapal.
6)      Humoris. 
2.      Intelegensi Logis-Matematis.
     Intelegensi logis matematis adalah kemampuan dalam penalaran atau menghitung, seperti kemampuan menelaah masalah secra logis, ilmiah, dan matematis. Berikut krakteristik individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi logis- matematis.
1.      Senang bereksperimen, bertanya, menyusun atau merangkai teka-teki.
2.       Senang dan pandai berhitung dan bermain angka.
3.       Senang mengorganisasikan sesuatu, meyusun skenario.
4.      Mampu berfikir logis baik induktif maupun deduktif.





3.      Intelegensi Visual Spasial
Intelegensi visual spasial adalah kemampuan berfikir dalam citra dan gambar. Eperti kemampuan membayangkan bentuk suatu obyek. Berikut kerakteristik individu yang memeiliki kemampuan intelegensi visual spasial.
1.      Senang merancang sketsa, gambar, desain grafik, table.
2.      Peka terhadap citra, warna.
3.       Pandai memvisualisasikan ide.
4.       Imajinasinya aktif.
5.      Mudah menemukan jalan dalam ruang.
6.       Mempunyai persepsi yang tepat dari berbagai sudut.

4.      Intelegensi musikal
Merupakan suatu kemampuan berfikir dengan nada, irama, dan melodi juga pada suara alam. Berikut karakteristik individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi musikal.
1.      Pandai mengubah atau menciptakan musik.
2.        Senang dan pandai bernyanyi.
3.        Pandai mengoperasikan musik srta menjaga ritme.
4.      Mudah menangkap musik.
5.      Peka terhadap suara musik. 

5. Intelegensi Kinestetik Tubuh.
 Kecerdasan kinestetik tubuh yaitu kemampuan yang berhubungan       dengan gerakan tubuh termasuk gerakan motoric otak yang mengendalikan tubuh seperti kemampuan untuk mengendalikan dan menggunakan badari dengan mudah dan cekatan. Berikut krakteristik intelegensi kinestetik tubuh.
1.      Senang menari dan akting.
2.        Pandai dan aktif dalam olahraga tertentu.



6.      Intelegensi Interpersonal ( Sosial )
Merupakan kemampuan berkomunikasidan berinteraksi dengan orang lain. Berikut karakteristik individu yang menunjukkan kempampuan intelegensi interpersonal.
1.      Mampu berorganisasi dan menjadi pemimpin dalam suatu organisasi.
2.       Mampu bersosialisasi, menjadi mediator, bermain dalam kelompok/klub, dan pandai bekerja sama.
3.       Senang permainanberkelompok daripada individual.
4.      Biasanya menjadi tempat mengadu orang lain.
5.       Senang berkomunikasi verbal dan non-verbal.
6.       Peka terhadp teman, suka memberi feed back.
7.       Mudah membedakan dan mengenal perasaan dan pribadi orang lain.

7.      Intelegensi Naturalis.
Intelegensi naturalis adalah kemampuan untuk memahami gejala alam. Berikut karakteristis individu yang menunjukkan kemampuan intelegensi naturalis.
1.      Senang terhadap floran dan fauna, bertani, berkebun, memelihara binatang,berinteraksi dengan binatang dan berburu.
2.      Pandai melihat perubahan alam, meramal cuaca, meneliti tanaman.
3.      Senang kegiatan dialam terbuka.











C. Faktor Yang Memengaruhi Kecerdasan
 Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kecerdasan, yaitu:
  1. Faktor Bawaan atau Biologis
Dimana faktor ini ditentukan oleh sifat yang dibawa sejak lahir. Batas kesanggupan atau kecakapan seseorang dalam memecahkan masalah, antara lain ditentukan oleh faktor bawaan. Meskipun banyak argumentasi para ahli tentang besaran pengaruh genetika atau faktor keturunan dalam perkembangan kecerdasan seseorang, tetapi semua sepakat bahwa genetika sedikit banyak berpengaruh. Hasil riset dibidang neuroscience menunjukkan bahwa faktor genetika berpengaruh terhadap respon kognitif seperti kewaspadaan, memori, dan sensori.
  1. Faktor Minat dan Pembawaan yang Khas
Dimana minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu.
  1. Faktor Pembentukan atau Lingkungan
      Dimana pembentukan adalah segala keadaan di luar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan inteligensi.
  1. Faktor Kematangan
      Dimana tiap organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
  1. Faktor Kebebasan
       Hal ini berarti manusia dapat memilih metode tertentu dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Di samping kebebasan memilih metode, juga bebas dalam memilih masalah yang sesuai dengan kebutuhannya.
  1. Pengalaman
       Pengalaman merupakan ruang belajar yang dapat mendorong pertumbuhan potensi seseorang. Penelitian menunjukkan bahwa potensi otak tumbuh dan berkembang sejalan dengan pengalaman hidup yang dilaluinya. Sejak lahir hingga masa kanak-kanak yang memperoleh pengasuhan yang baik dari ibunya akan tumbuh lebih cepat dan lebih sukses dibanding anak yang kurang mendapat perhatian cenderung menimbulkan rasa rendah diri dan frustasi.
  1. Lingkungan
Lingkungan atau konteks akan banyak membentuk kepribadian termasuk potensi kecerdasan seseorang. Lingkungan yang memberikan stimulus dan tantangan diikuti upaya pemberdayaan serta dukungan akan memperkuat mental dan kecerdasan.
  1. Kemauan dan Keputusan
Kemauan yang kuat dalam diri seseorang membantu meningkatkan daya nalar dan kemampuan memecahkan masalah. Kemauan dan keputusan sering dijelaskan dalam teori motivasi. Dorongan positif akan timbul dalam diri seseorang sejalan dengan lingkungan yang kondusif, sebaliknya jika lingkungan kurang menantang sulit untuk membangun kesadaran untuk berkreasi. Otak yang paling cerdas sekalipun akan sulit mengembangkan potensi intelektualnya.
9.      Aktivitas Belajar dan Kegiatan Harian
Aktivitas dan kebiasaan manusia merupakan pengalaman yang sangat berharga dan bermakna bagi kesuksesan seseorang. Menggali kebiasaan hidup sehari-hari sangat membantu dalam memetakan pengalaman belajar yang dipadukan dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam masyarakat. Implikasi dari model belajar terpadu melalui aktivitas dan pengalaman nyata pada intinya menyerukan perubahan fundamental dalam praktek bersekolah-di-rumah yang bersifat padagogis dengan rangkaian pengembangan kemampuan majemuk melalui kebiasaaan dan pengalaman yang berlangsung sepanjang hayat.








D.    Cara Meningkatkan Kecerdasan.
Ada beberapa cara meningkatkan kecerdasan diantranya adalah :
A.    Mengaktifkan Seluruh Indra Anak Didik
Ada tiga cara yang dapat ditempuh untuk mengaktifkan seluruh indra anak didik, yaitu sebagai berikut :
1.      Melatih cara mendengar yang efektif.
Melatih anak didik cara mendengar yang efektif perlu dilakukan karena lewat pendengaran peserta didik dapat berimajinasi dan berkreativitas.
2.      Melatih mata untuk memebaca cepat dan efektif.
Melalui mata otak dapat menerima fakta-fakta yang menakjubkan yang dapat memberikan rangsangan yang lebih kaya, sehingga mata dapat melihat jeli, analitis dan akurat. Mata sangat erat dengan kemampuan membaca. Kecepatan membaca orang normal rata-rata 300 kata permenit dengan kemampuan mengingat 40-70% dari seluruh isi bacaan. Bagi seseorang yang terampil kecepatan membacanya dapat mencapai 600 kata permenit dengan kemampuan mengingat isi bacaan secara utuh.
3.       Melatih keterampilan menulis atau membuat catatan yang cepat dan tepat.
Mengenai keterampilan ini, penelitian menunjukkan hasil sebagai berikut.
1)      Ada siswa yang tidak mencatat sama sekali.
2)      Ada siswa yang diberikan catatan lengkap yang dibuatkan oleh guru.
3)      Ada siswa yang membuat catatan lengkap sendiri.
4)      Ada siswa yang diberikan catatan berupa rangkuman oleh guru.
5)      Ada siswa yang membuat catatan berupa rangkuman sendiri.
6)      Ada siswa yang diberikan catatan berupa kata-kata kunci dari guru.
7)      Ada siswa yang diberikan catatan berupa kata-kata kunci sendiri.
Siswa yang terakhir inilah yang paling bagus hasil belajarnya. Hal ini karena pikiran hanya dapat mengingat kata-kata bukan kalimat. Kata-kata kunci merupakan kata-kata inti yang menghubungkan satu pengertian dengan pengertian berikutnya dalam suatu bacaan.



E.     Melatih Kecerdasan yang Berimbang.
Kini sudah waktunya kita sebagai guru menerapkan teknik-teknik pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar secara praktis. Dengan cara ini anak didik akan dapat mengalami dan menghayati apa yang dipelajari secara utuh.
Caranya adalah sebelum memulai pelajaran guru dapat memberikan tes atau angket kepada siswanya untuk menjelajahi intelegensi mereka. Pertanyaan-pertanyaan itu dibaca dan diisi sendiri oleh siswa kemudian guru mengolahnya. Dengan cara ini guru dapat melihat intelegensi mana yang paling menonjol pada siswa.
Tugas guru adalah mengkombinasikan dan memadukan intelegensi-intelegensi tersebut sebanyak mungkin dan membuat mereka senang belajar sehingga mereka mampu menggunakan intelegensi.
Melatih Silang Kecerdasan yang Berbeda.yang dimaksud dengan “silang” di sini adalah setiap intelegensi/kecerdasan anak didik tidak dikembangkan secara bersamaan, tetapi dikembangkan satu per satu secara terpisah. Tujuannya adalah agar anak didik dapat mengasah setiap bagian kecerdasannya selama waktu tertentu. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membangun stasiun kecerdasan adalah sebagai berikut
1)      Pilih materi/isi pelajaran yang khusus berdasarkan tingkat kesulitannya.
2)       Identifikasi semua kemampuan yang ada dalam setiap jenis kecerdasan.
3)       Klasifikasikan isi/bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan-kemampuan yang ada disetiap jenis kecerdasan, sampai menghasilkan satu-satu stasiun kecerdasan.
4)      Tempatkanlah setiap stasiun kecerdasan ini di tempat-tempat yang sering dikunjungi anak didik atau yang mudah terlihat dari berbagai arah.


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Setiap individu tidak hanya memiliki satu kecerdasan tetapi lebih yaitu disebut juga multiple  intelligences atau kecerdasan ganda.  Dan setiap individu memiliki potensi yang unik yang harus dikembangkan menjadi kompetensi. Keceerdasan adalah sehimpunan kemampuan dan keterampilan. Kecerdasan dapat ditingkatkan dengan cara belajar yang mengembangkan kemampuannya secara penuh.Pengoptimalan segala potensi yang dimiliki seseorang melalui penerapan kecerdasan ganda dalam pendidikan agama. Salah satu karakteristik penting yang harus dipahami seorang guru adalah memahami kecerdasan anak didik dan seorang guru harus mempunyai kemampuan khusus yaitu memecahkan persoalan anak didik, contohnya guru harus memahami batas kesanggupan atau kecakapan seorang siswa dalam memecahkan masalah. 

B.     Saran
Dari makalah yang penulis sampaikan adapun saran penulis adalah setelah membaca makalan ini diharapkan agar setiap orang mau belajar mengasah kecerdasan yang dimilikinya sehingga jika setiap orang mampu menggunakan inteligensi atau kecerdasannya yang paling kuat maka mereka akan menemukan bahwa belajar itu mudah dan menyenangkan.









DAFTAR PUSTAKA
http://merywintari.blogspot.co.id/2012/04/teori-kecerdasan-ganda-dan-penerapannya.html