Music

Rabu, 16 Oktober 2019

Cahaya Bulan


A.    Pengertian Lingustik
Linguistik adalah studi tentang bahasa - bagaimana ia disatukan dan bagaimana fungsinya. Berbagai blok bangunan dari berbagai jenis dan ukuran digabungkan untuk membuat bahasa. Suara disatukan dan kadang-kadang ketika ini terjadi, mereka mengubah bentuk dan melakukan hal-hal yang menarik. Kata-kata disusun dalam urutan tertentu, dan kadang-kadang awal dan akhir kata diubah untuk menyesuaikan artinya. Maka makna itu sendiri dapat dipengaruhi oleh pengaturan kata-kata dan oleh pengetahuan pembicara tentang apa yang akan dipahami pendengar. Linguistik adalah studi tentang semua ini. Ada berbagai cabang linguistik yang diberi nama sendiri, beberapa di antaranya diuraikan di bawah ini. Ahli bahasa adalah orang yang mempelajari ilmu bahasa.
Berbagai blok bangunan dari berbagai jenis dan ukuran digabungkan untuk membuat bahasa. Suara disatukan dan kadang-kadang ketika ini terjadi, mereka mengubah bentuk dan melakukan hal-hal yang menarik. Kata-kata disusun dalam urutan tertentu, dan kadang-kadang awal dan akhir kata diubah untuk menyesuaikan artinya. Maka makna itu sendiri dapat dipengaruhi oleh pengaturan kata-kata dan oleh pengetahuan pembicara tentang apa yang akan dipahami pendengar.
Linguistik adalah studi tentang semua ini. Ada berbagai cabang linguistik yang diberi nama sendiri, beberapa di antaranya diuraikan di bawah ini. Ahli bahasa adalah orang yang mempelajari ilmu bahasa. Dalam linguistik, tata bahasa adalah seperangkat aturan struktural yang mengatur komposisi klausa, frasa, dan kata-kata dalam bahasa alami. Istilah ini juga merujuk pada studi aturan-aturan semacam itu dan bidang ini mencakup fonologi, morfologi, dan sintaksis, yang sering kali dilengkapi oleh fonetik, semantik, dan pragmatik.





Bagian dari linguistik yang berkaitan dengan struktur bahasa dibagi menjadi beberapa subbidang:
1)      Fonetik - studi tentang bunyi bunyi dalam aspek fisiknya
Ini termasuk memahami bagaimana suara dibuat menggunakan mulut, hidung, gigi dan lidah, dan juga memahami bagaimana telinga mendengar suara-suara itu dan dapat membedakannya. Sebuah studi tentang fonetik melibatkan mempraktikkan menghasilkan suara (terkadang eksotis), dan mencari tahu suara yang Anda dengar. Bentuk gelombang dari setiap suara dapat dianalisis dengan bantuan program komputer. Dalam bahasa isyarat, fonetik merujuk pada kemungkinan bentuk, gerakan, dan penggunaan ruang fisik.
2)      Fonologi - studi tentang suara yang berbicara dalam aspek kognitif mereka atau pola suara
Dalam fonologi, penting apakah suara itu kontras atau tidak, yaitu, apakah mengganti suara dengan yang lain memberikan makna yang berbeda, atau "kontras,". Misalnya dalam bahasa Inggris, [r] dan [l] adalah dua suara yang berbeda - dan kata "jalan" dan "memuat" berbeda sesuai dengan suara mana yang digunakan. Tetapi dalam beberapa bahasa, [r] dan [l] adalah variasi dari suara yang sama. Mereka tidak pernah bisa membuat perbedaan makna dalam kata-kata yang berbeda hanya dengan suara itu. Ahli fonologi menggambarkan konsonan dan vokal kontras dalam suatu bahasa, dan bagaimana pengucapan dipengaruhi oleh posisi bunyi dalam kata dan bunyi yang ada di dekatnya. Mereka juga tertarik pada suku kata, frasa, ritme, nada, dan intonasi.
3)      Morfologi - studi tentang pembentukan kata-kata
Sebagai contoh, kata bahasa Inggris 'tak terikat' benar-benar terdiri dari tiga bagian, satu merujuk pada proses membalikkan suatu tindakan (tidak), satu menunjukkan tindakan memutar hal-hal seperti string bersama-sama sehingga mereka tetap (mengikat), dan yang terakhir menunjukkan bahwa tindakan terjadi di masa lalu (-d). Banyak bahasa memiliki cara yang jauh lebih kompleks untuk menyatukan kata-kata. Morfologi berinteraksi dalam cara-cara penting dengan fonologi (menyatukan suara dapat menyebabkan mereka berubah) dan sintaksis, yang perlu memperhatikan bentuk kata ketika menggabungkannya dengan kata-kata lain.
4)      Sintaks - studi tentang pembentukan kalimat
kalimat dikonstruksi dan digabungkan dalam bahasa tertentu. Menulis tata bahasa membutuhkan pendefinisian aturan yang mengatur struktur kalimat bahasa. Aturan tersebut melibatkan urutan kata, dan bentuk kata dalam berbagai posisi yang memungkinkan. Ada pola umum di antara bahasa yang bahkan tidak berhubungan, dan banyak ahli bahasa percaya ini adalah hasil dari prinsip-prinsip umum yang berlaku untuk sebagian besar, jika tidak semua, bahasa. Sebagai contoh, bahasa di mana objek langsung umumnya mengikuti kata kerja memiliki banyak kesamaan, berbeda dengan hal-hal yang sama dimiliki oleh bahasa di mana objek langsung umumnya mendahului kata kerja.
5)      Semantik - studi tentang makna
Ini berfokus pada hubungan antara kata-kata, frasa dan potongan-potongan bahasa lainnya dan pada bagaimana kata-kata dan frasa ini terhubung ke dunia. Pragmatik serupa, tetapi ini melibatkan studi tentang bagaimana penutur bahasa menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dan mencapai apa yang mereka inginkan. Pragmatik lebih melihat pada hubungan antara pembicara dan pendengar yang memungkinkan asumsi dibuat tentang pesan yang dimaksud, dengan mempertimbangkan, misalnya, cara konteks berkontribusi pada makna. Contoh klasiknya adalah ketika seseorang ditanya, "Apakah Anda mau kopi?" Apakah jawaban "Kopi akan membuat saya tetap terjaga" berarti ya atau tidak? Itu tergantung apakah orang itu ingin tetap terjaga - dan si penanya hanya akan mengerti arti yang dimaksudkan jika mereka tahu apakah orang itu ingin tetap terjaga.
6)      Pragmatik - studi tentang penggunaan bahasa atau bahasa dalam konteks
Cabang linguistik yang mempelajari hubungan antara konteks luar bahasa dan maksud tuturan. Konteks luar bahasa ialah unsur di luar tuturan yang mempengaruhi maksud tuturan. Maksud tidak bisa dilihat dari bentuk dan makna saja, tetapi juga dari tempat dan waktu berbicara, siapa saja yang terlibat, tujuan, bentuk ujaran, cara penyampaian, alat berbicara, norma-norma, dan genre. Yang dipelajari dalam pragmatik meliputi tindak tutur, implikatur tuturan, interaksi percakapan, dan faktor-faktor eksternal percakapan.
Linguistik juga berhubungan dengan faktor sosial, budaya, sejarah dan politik yang memengaruhi bahasa, yang sering menentukan konteks berbasis bahasa dan linguistik. Penelitian tentang bahasa melalui cabang-cabang linguistik historis dan evolusioner juga berfokus pada bagaimana bahasa berubah dan tumbuh, khususnya dalam periode waktu yang panjang.
Ada sistem aturan (dikenal sebagai tata bahasa) yang mengatur komunikasi antara anggota suatu masyarakat tutur tertentu. Tata bahasa dipengaruhi oleh suara, dan makna, dan termasuk morfologi (pembentukan, dan komposisi kata-kata), sintaks (pembentukan, dan komposisi frasa, dan kalimat dari kata-kata ini), dan fonologi (sistem suara). Melalui korpus linguistik, potongan besar teks dapat dianalisis untuk kemungkinan kejadian bentuk linguistik tertentu, dan pola gaya dalam wacana tertulis atau lisan.
Setiap bahasa manusia adalah suatu kompleks pengetahuan dan kemampuan yang memungkinkan penutur bahasa untuk berkomunikasi satu sama lain, untuk mengekspresikan ide, hipotesis, emosi, keinginan, dan semua hal lain yang perlu diungkapkan. Linguistik adalah studi tentang sistem pengetahuan ini dalam semua aspeknya.











B.     Tujuan Linguistik
Tujuan utama linguistik, seperti semua disiplin intelektual lainnya, adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kita tentang dunia. Karena bahasa bersifat universal dan mendasar bagi semua interaksi manusia, pengetahuan yang diperoleh dalam linguistik memiliki banyak aplikasi praktis. Bahasa dapat dipahami sebagai suatu interaksi suara, dan makna. Disiplin yang mempelajari suara linguistik disebut sebagai fonetik, yang berkaitan dengan sifat sebenarnya dari suara pidato, dan suara non pidato, dan bagaimana mereka diproduksi, dan dirasakan. Studi tentang makna bahasa, di sisi lain, ini berkaitan dengan bagaimana bahasa menggunakan logika, dan referensi dunia nyata untuk menyampaikan, proses, dan menetapkan makna, serta untuk mengelola, dan menyelesaikan ambiguitas. Hal ini pada gilirannya mencakup studi semantik (bagaimana makna disimpulkan dari kata-kata, dan konsep) dan pragmatik (bagaimana makna disimpulkan dari konteks).



Senin, 07 Oktober 2019

Tentang Dia



Namanya adalah Dinda Triana Safitri. Biasanya sering dipanggil Dinda. Eeh terkadang sering juga dipanggil dindut karena badan dia yang sedikit gendut (kata temannya) wkwwkw. Dia lahir di bedeng dua, 03 januari 2000. Btw, bedeng dua itu di kerinci, jambi ya guys. Beliau adalah perempuan keturunan JAMIN (Jawa-Minang) mamak dia jawa dan bapak dia minang. Banyak teman dia mengatakan bahwa dia tidak mempunyai suku karena mamak dia yang jawa. Bagi dia sih no problem asalkan dia tidak lupa akan adat istiadatnya. Dia adalah anak ke-6 dari 6 bersaudara. Anak bungsu guys hahaha. Rata-rata orang mengira anak bungsu adalah anak yang paling manja. Walaupun banyak yang mengatakan seperti itu. But, dia adalah sosok anak yang  mandiri, sabar dan humor. Dia suka melawak dan dia suka membuat teman-teman di sekelilingnya bikin ketawa. Bagi dia teman adalah segalanya selagi dia bisa membuat orang lain bahagia dan ceria. Walaupun dibalik keceriaan dia itu menyimpan rasa sedih hahah kok jadi curhat sih. Skip aja ya guys.

Sedikit cerita ni, dari tamat SMP dia mulai beranjak untuk mandiri. Dia memutuskan melanjutkan SMA di duri,riau. Dia disana tinggal bersama kakaknya yang sudah bekerja cukup lama di kota itu. Setelah tamat SMA dia pindah ke rumbai kota pekanbaru bersama kakak nya dan dia melanjutkan perguruan tinggi di Unveritas Lancang Kuning Pekanbaru. Sebelum tes dikampus tersebut, dia mendaftar pertama di kampus UNRI dan UIN setelah tes disana dan menunggu pengumuman kelulusan dan akhirnyaaa jengjengjengggg Tidak lulus guys L Sedikit sedih sih guys karena sahabat dia lulus di salah satu Universitas tersebut. But, she will not give up. Setelah kejadian tersebut dia mendaftarkan diri di Universitas Lancang Kuning dan Allhamdullilah diterima di kampus tersebut.

Dia adalah mahasiswi Fakultas FKIP Jurusan Bahasa Inggris. Sekarang dia telah memasuki semester-3. Disemester ini dia sudah sedikit gugup dengan jurusan yang dipilihnya. But, dia tetap yakin bahwa dia harus bisa dengan  jurusan yang telah dipilihnya. Selain dia pergi kekampus setiap jadwalnya, dia pun mengikuti Unit kegiatan Mahasiswa Pencak Silat di kampus dan mengikuti organisasi diluar kampus guys. Mengkuti kegiatan di kampus itu sangat menyenangkan lho guys kuliah tidak hanya, kuliah pulang kuliah pulang saja atau biasa bagi mahasiswa menyebutnya Kupu-kupu hehehe. Dan kebetulan juga dia orangnya pembosan makanya dia ingin mengkuti kegiatan yang ada dikampus maupun luar kampus. Intinya kita bisa mengatur waktu guys. Kuliah itu tidak hanya belajar didalam kampus guys tapi diluar kampus pun juga. Apalagi bersosialisai itu pun sangat penting.


Ok guys sekian dari gambaran dari dia dan saya harap tidak bosan membacanya. Thank you and see you guys J


Sabtu, 01 Desember 2018


MAKALAH
“Perkembangan Peserta Didik Dengan Kecerdasan Ganda”
DOSEN PEMBIMBING:
Refika Andriani,M.Pd

DISUSUN OLEH:
Dinda Triana Safitri                (1888203018)
Iffa Luxviya                             (1888203017)
Mardyah Wikha                      (1888203061)
Rudin                                       (1888203050)

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Lancang Kuning
2018/2019


KATA PENGANTAR
Bismillahi Rahmanirrahim
            Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kelompok ini dengan tepat waktu. Adapun isi dari makalah ini mengenai “Perkembangan Peserta Didik Dengan Kecerdasan Ganda”
Tak lupa pula ucapan terima kasih kami kepada Dosen dan orang-orang yang telah berpartisipasi atas terselesaikannya makalah ini.
            Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran sangat dibutuhkan agar makalah ini kedepannya dapat disempurnakan.
Akhirul Kalam.
                                                                                                                               

              Pekanbaru,28 September 2018



DAFTAR ISI
Kata Pengantar........................................................................................................................... 1                  
Daftar Isi.................................................................................................................................... 2
BAB 1 Pendahuluan................................................................................................................ 3
A.    Latar Belakang..................................................................................................................... 3      
B.     Rumusan Masalah................................................................................................................ 4
C.     Tujuan Pembahasan.............................................................................................................. 4      
BAB II Pembahasan................................................................................................................ 5
A.    Pengertian Kecerdasan Ganda............................................................................................. 5
B.     Jenis-Jenis Intelegensi.......................................................................................................... 6
C.     Faktor Yang Mempengaruhi Kecerdasan............................................................................ 9
D.    Cara Meningkatkan Kecerdasan........................................................................................ 11
E.     Melatih Kecerdasan yang Berimbang................................................................................ 12

BAB III Penutup.................................................................................................................... 13
A.    Kesimpulan........................................................................................................................ 13
B.     Saran.................................................................................................................................. 13
Daftar Pustaka......................................................................................................................... 14





BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan potensi individu. Melalui pendidikan, potensi yang dimiliki oleh individu akan diubah menjadi kompetensi. Kompetensi mencerminkan kemampuan dan kecakapan individu dalam melakukan suatu tugas atau pekerjaan. Tugas pendidik atau guru dalam hal ini adalah memfasilitasi anak didik sebagai individu untuk dapat mengembangkan potensi yang dimiliki menjadi kompetensi sesuai dengan cita-citanya. Kenyataan menunjukkan bahwa program pendidikan yang berlangsung saat ini lebih banyak dilaksanakan dengan cara membuat generalisasi terhadap potensi dan kemampuan siswa. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman pendidik tentang tingkat kecerdasan setiap peserta didik. (irawidyastuti94,2014)
Istilah kecerdasan atau intelegensi bukanlah sesuatu yang baru bagi kita sebagai pendidik. Namun sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, ilmu tentang kecerdasanpun berkembang. Banyak ahli dari berbagai bidang disiplin ilmu melakukan penelitian tentang otak manusia. Setiap individu tidak hanya memiliki satu kecerdasan tetapi lebih yaitu disebut juga multiple intelligences atau kecerdasan ganda. (Budiningsih, 2005).
Kecerdasan ganda merupakan potensi yang dimiliki seseorang yang dapat diaktifkan melalui proses belajar, interaksi dengan keluarga, guru, teman dan nilai-nilai budaya yang berkembang. Kecerdasan mengandung dua aspek pokok yaitu; kemampuan belajar dari pengalaman dan beradaptasi terhadap lingkungan (Armstrong, 2002).
Kecerdasan yang paling menonjol akan mengontrol kecerdasan-kecerdasan lainnya dalam memecahkan masalah. (Relvan, 2004).



B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan pendidikan?
2.      Bagaimana perkembangan ilmu pendidikan?
3.      Aspek apa saja yang dalam kecerdasan ganda?

C.    Tujuan Pembahasan
1.      Untuk mengetahui arti dari pendidikan.
2.      Untuk mengetahui perkembangan ilmu pendidikan
3.      Untuk mengetahui aspek kecerdasan ganda




BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Kecerdasan Ganda
Istilah kecerdasan atau intelegensi bukanlah sesuatu yang baru bagi kita sebagai pendidik. Namun sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, ilmu tentang kecerdasanpun berkembang.
           Jerold E Salah satu karakteristik penting dari individu yang perlu dipahami oleh guru sebagai pendidik adalah bakat dan kecerdasan individu. Guru yang tidak memahami kecerdasan anak didik akan memiliki kesulitan dalam memfasilitasi proses pengembangan potensi individu menjadi yang dicita-citakan.
Menurut William Stern, kecerdasan adalah kapasitass umum dari kesadaran individu untuk menyesuaikan pikirannya terhadap persyaratan atau tuntutan baru. Sedangkan,Charless Spearman menyebutkan bahwa kecerdasan merupakan dua kemampuan, yaitu kemampuan yang memegang tugas-tugas Intelektual dan sejumlah kemampuan khusus (memecahkan persoalan).
            Bailer dan charles mengungkapkan bahwa kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk menyesuaikan dan memecahkan persoalan-persoalan baru. Kemampuan-Kemampuan ini saling berhubungan,
sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia  atau KBBI (Depiknas, 2001) menyatakan bahwa kata cerdas berarti :“sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti,dll); tajam pikiran; sempurna pertumbuhan tubuhnya ( sehat, kuat )”. Sedangkan kecerdasan berarti: “ perihal cerdas; perbuatan mencerdaskan; kesempurnaan perkembangan akal budi ( seperti kepandaian, ketajaman pikiran ) “. Jadi, kecerdasan ganda adalah suatu kesempurnaan perkembangan akal budi baik dari pemikiran, kecakapan, emosional, dan moral seseorang.



B.     Jenis-jenis Intelegensi.
Horward Gardner menyatakan ada delapan jenis intelegensi, yaitu sebagai berikut.
1.      Intelegensi Bahasa ( Linguistik )
Intelegensi Bahasa adalah kemampuan-kemampuan berfikir dengan kata-kata, seperti kemampuan untuk memahami dan merangkai kata dan kalimat baik lisan maupun tertulis. Berikut karakteristik individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi bahasa.
1)      Senang membaca buku, bercerita atau berdongeng.
2)      Senang berkomunikasi, berbicara,berdialog, berdiskusi, dan senang berbhasa asing.
3)      Pandai menghubungkan atau merangkai kata-kata atau kalimat baik lisan maupun tulisan.
4)      Senang mendengarkan music.
5)       Pandai mengingat dan menghapal.
6)      Humoris. 
2.      Intelegensi Logis-Matematis.
     Intelegensi logis matematis adalah kemampuan dalam penalaran atau menghitung, seperti kemampuan menelaah masalah secra logis, ilmiah, dan matematis. Berikut krakteristik individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi logis- matematis.
1.      Senang bereksperimen, bertanya, menyusun atau merangkai teka-teki.
2.       Senang dan pandai berhitung dan bermain angka.
3.       Senang mengorganisasikan sesuatu, meyusun skenario.
4.      Mampu berfikir logis baik induktif maupun deduktif.





3.      Intelegensi Visual Spasial
Intelegensi visual spasial adalah kemampuan berfikir dalam citra dan gambar. Eperti kemampuan membayangkan bentuk suatu obyek. Berikut kerakteristik individu yang memeiliki kemampuan intelegensi visual spasial.
1.      Senang merancang sketsa, gambar, desain grafik, table.
2.      Peka terhadap citra, warna.
3.       Pandai memvisualisasikan ide.
4.       Imajinasinya aktif.
5.      Mudah menemukan jalan dalam ruang.
6.       Mempunyai persepsi yang tepat dari berbagai sudut.

4.      Intelegensi musikal
Merupakan suatu kemampuan berfikir dengan nada, irama, dan melodi juga pada suara alam. Berikut karakteristik individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi musikal.
1.      Pandai mengubah atau menciptakan musik.
2.        Senang dan pandai bernyanyi.
3.        Pandai mengoperasikan musik srta menjaga ritme.
4.      Mudah menangkap musik.
5.      Peka terhadap suara musik. 

5. Intelegensi Kinestetik Tubuh.
 Kecerdasan kinestetik tubuh yaitu kemampuan yang berhubungan       dengan gerakan tubuh termasuk gerakan motoric otak yang mengendalikan tubuh seperti kemampuan untuk mengendalikan dan menggunakan badari dengan mudah dan cekatan. Berikut krakteristik intelegensi kinestetik tubuh.
1.      Senang menari dan akting.
2.        Pandai dan aktif dalam olahraga tertentu.



6.      Intelegensi Interpersonal ( Sosial )
Merupakan kemampuan berkomunikasidan berinteraksi dengan orang lain. Berikut karakteristik individu yang menunjukkan kempampuan intelegensi interpersonal.
1.      Mampu berorganisasi dan menjadi pemimpin dalam suatu organisasi.
2.       Mampu bersosialisasi, menjadi mediator, bermain dalam kelompok/klub, dan pandai bekerja sama.
3.       Senang permainanberkelompok daripada individual.
4.      Biasanya menjadi tempat mengadu orang lain.
5.       Senang berkomunikasi verbal dan non-verbal.
6.       Peka terhadp teman, suka memberi feed back.
7.       Mudah membedakan dan mengenal perasaan dan pribadi orang lain.

7.      Intelegensi Naturalis.
Intelegensi naturalis adalah kemampuan untuk memahami gejala alam. Berikut karakteristis individu yang menunjukkan kemampuan intelegensi naturalis.
1.      Senang terhadap floran dan fauna, bertani, berkebun, memelihara binatang,berinteraksi dengan binatang dan berburu.
2.      Pandai melihat perubahan alam, meramal cuaca, meneliti tanaman.
3.      Senang kegiatan dialam terbuka.











C. Faktor Yang Memengaruhi Kecerdasan
 Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kecerdasan, yaitu:
  1. Faktor Bawaan atau Biologis
Dimana faktor ini ditentukan oleh sifat yang dibawa sejak lahir. Batas kesanggupan atau kecakapan seseorang dalam memecahkan masalah, antara lain ditentukan oleh faktor bawaan. Meskipun banyak argumentasi para ahli tentang besaran pengaruh genetika atau faktor keturunan dalam perkembangan kecerdasan seseorang, tetapi semua sepakat bahwa genetika sedikit banyak berpengaruh. Hasil riset dibidang neuroscience menunjukkan bahwa faktor genetika berpengaruh terhadap respon kognitif seperti kewaspadaan, memori, dan sensori.
  1. Faktor Minat dan Pembawaan yang Khas
Dimana minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu.
  1. Faktor Pembentukan atau Lingkungan
      Dimana pembentukan adalah segala keadaan di luar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan inteligensi.
  1. Faktor Kematangan
      Dimana tiap organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
  1. Faktor Kebebasan
       Hal ini berarti manusia dapat memilih metode tertentu dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Di samping kebebasan memilih metode, juga bebas dalam memilih masalah yang sesuai dengan kebutuhannya.
  1. Pengalaman
       Pengalaman merupakan ruang belajar yang dapat mendorong pertumbuhan potensi seseorang. Penelitian menunjukkan bahwa potensi otak tumbuh dan berkembang sejalan dengan pengalaman hidup yang dilaluinya. Sejak lahir hingga masa kanak-kanak yang memperoleh pengasuhan yang baik dari ibunya akan tumbuh lebih cepat dan lebih sukses dibanding anak yang kurang mendapat perhatian cenderung menimbulkan rasa rendah diri dan frustasi.
  1. Lingkungan
Lingkungan atau konteks akan banyak membentuk kepribadian termasuk potensi kecerdasan seseorang. Lingkungan yang memberikan stimulus dan tantangan diikuti upaya pemberdayaan serta dukungan akan memperkuat mental dan kecerdasan.
  1. Kemauan dan Keputusan
Kemauan yang kuat dalam diri seseorang membantu meningkatkan daya nalar dan kemampuan memecahkan masalah. Kemauan dan keputusan sering dijelaskan dalam teori motivasi. Dorongan positif akan timbul dalam diri seseorang sejalan dengan lingkungan yang kondusif, sebaliknya jika lingkungan kurang menantang sulit untuk membangun kesadaran untuk berkreasi. Otak yang paling cerdas sekalipun akan sulit mengembangkan potensi intelektualnya.
9.      Aktivitas Belajar dan Kegiatan Harian
Aktivitas dan kebiasaan manusia merupakan pengalaman yang sangat berharga dan bermakna bagi kesuksesan seseorang. Menggali kebiasaan hidup sehari-hari sangat membantu dalam memetakan pengalaman belajar yang dipadukan dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam masyarakat. Implikasi dari model belajar terpadu melalui aktivitas dan pengalaman nyata pada intinya menyerukan perubahan fundamental dalam praktek bersekolah-di-rumah yang bersifat padagogis dengan rangkaian pengembangan kemampuan majemuk melalui kebiasaaan dan pengalaman yang berlangsung sepanjang hayat.








D.    Cara Meningkatkan Kecerdasan.
Ada beberapa cara meningkatkan kecerdasan diantranya adalah :
A.    Mengaktifkan Seluruh Indra Anak Didik
Ada tiga cara yang dapat ditempuh untuk mengaktifkan seluruh indra anak didik, yaitu sebagai berikut :
1.      Melatih cara mendengar yang efektif.
Melatih anak didik cara mendengar yang efektif perlu dilakukan karena lewat pendengaran peserta didik dapat berimajinasi dan berkreativitas.
2.      Melatih mata untuk memebaca cepat dan efektif.
Melalui mata otak dapat menerima fakta-fakta yang menakjubkan yang dapat memberikan rangsangan yang lebih kaya, sehingga mata dapat melihat jeli, analitis dan akurat. Mata sangat erat dengan kemampuan membaca. Kecepatan membaca orang normal rata-rata 300 kata permenit dengan kemampuan mengingat 40-70% dari seluruh isi bacaan. Bagi seseorang yang terampil kecepatan membacanya dapat mencapai 600 kata permenit dengan kemampuan mengingat isi bacaan secara utuh.
3.       Melatih keterampilan menulis atau membuat catatan yang cepat dan tepat.
Mengenai keterampilan ini, penelitian menunjukkan hasil sebagai berikut.
1)      Ada siswa yang tidak mencatat sama sekali.
2)      Ada siswa yang diberikan catatan lengkap yang dibuatkan oleh guru.
3)      Ada siswa yang membuat catatan lengkap sendiri.
4)      Ada siswa yang diberikan catatan berupa rangkuman oleh guru.
5)      Ada siswa yang membuat catatan berupa rangkuman sendiri.
6)      Ada siswa yang diberikan catatan berupa kata-kata kunci dari guru.
7)      Ada siswa yang diberikan catatan berupa kata-kata kunci sendiri.
Siswa yang terakhir inilah yang paling bagus hasil belajarnya. Hal ini karena pikiran hanya dapat mengingat kata-kata bukan kalimat. Kata-kata kunci merupakan kata-kata inti yang menghubungkan satu pengertian dengan pengertian berikutnya dalam suatu bacaan.



E.     Melatih Kecerdasan yang Berimbang.
Kini sudah waktunya kita sebagai guru menerapkan teknik-teknik pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar secara praktis. Dengan cara ini anak didik akan dapat mengalami dan menghayati apa yang dipelajari secara utuh.
Caranya adalah sebelum memulai pelajaran guru dapat memberikan tes atau angket kepada siswanya untuk menjelajahi intelegensi mereka. Pertanyaan-pertanyaan itu dibaca dan diisi sendiri oleh siswa kemudian guru mengolahnya. Dengan cara ini guru dapat melihat intelegensi mana yang paling menonjol pada siswa.
Tugas guru adalah mengkombinasikan dan memadukan intelegensi-intelegensi tersebut sebanyak mungkin dan membuat mereka senang belajar sehingga mereka mampu menggunakan intelegensi.
Melatih Silang Kecerdasan yang Berbeda.yang dimaksud dengan “silang” di sini adalah setiap intelegensi/kecerdasan anak didik tidak dikembangkan secara bersamaan, tetapi dikembangkan satu per satu secara terpisah. Tujuannya adalah agar anak didik dapat mengasah setiap bagian kecerdasannya selama waktu tertentu. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membangun stasiun kecerdasan adalah sebagai berikut
1)      Pilih materi/isi pelajaran yang khusus berdasarkan tingkat kesulitannya.
2)       Identifikasi semua kemampuan yang ada dalam setiap jenis kecerdasan.
3)       Klasifikasikan isi/bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan-kemampuan yang ada disetiap jenis kecerdasan, sampai menghasilkan satu-satu stasiun kecerdasan.
4)      Tempatkanlah setiap stasiun kecerdasan ini di tempat-tempat yang sering dikunjungi anak didik atau yang mudah terlihat dari berbagai arah.


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Setiap individu tidak hanya memiliki satu kecerdasan tetapi lebih yaitu disebut juga multiple  intelligences atau kecerdasan ganda.  Dan setiap individu memiliki potensi yang unik yang harus dikembangkan menjadi kompetensi. Keceerdasan adalah sehimpunan kemampuan dan keterampilan. Kecerdasan dapat ditingkatkan dengan cara belajar yang mengembangkan kemampuannya secara penuh.Pengoptimalan segala potensi yang dimiliki seseorang melalui penerapan kecerdasan ganda dalam pendidikan agama. Salah satu karakteristik penting yang harus dipahami seorang guru adalah memahami kecerdasan anak didik dan seorang guru harus mempunyai kemampuan khusus yaitu memecahkan persoalan anak didik, contohnya guru harus memahami batas kesanggupan atau kecakapan seorang siswa dalam memecahkan masalah. 

B.     Saran
Dari makalah yang penulis sampaikan adapun saran penulis adalah setelah membaca makalan ini diharapkan agar setiap orang mau belajar mengasah kecerdasan yang dimilikinya sehingga jika setiap orang mampu menggunakan inteligensi atau kecerdasannya yang paling kuat maka mereka akan menemukan bahwa belajar itu mudah dan menyenangkan.









DAFTAR PUSTAKA
http://merywintari.blogspot.co.id/2012/04/teori-kecerdasan-ganda-dan-penerapannya.html