Music

Kamis, 17 Oktober 2019

Makalah profesi, profesional, profesionalitas, dan profesionalisme


Pengertian Profesi, Profesional, Profesionalitas, dan Profesionalisme



Diserahkan ssebagai salah satu tugas mata kuliah Profesi Kependidikan yang diampu oleh :
 M. Fadhly Farhy, M.Pd

Kelompok 1:
Dinda Triana Safitri    1888203018
Ferdi Saputra              1888203049
Rizki Eka Syahputra  1888203062


JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LANCANG KUNING
OKTOBER 2019





KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmah, hidayah dan inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Tugas ETIKA PROFESI KEGURUAN ini. Penulis mengambil judul ”PENGERTIAN PROFESI, PROFESIONAL dan PROFESIONALITAS”.
Tugas ini disusun sebagai Salah Satu Syarat untuk memenuhi tugas makalah. Kami menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak, maka penyusunan tidak terselesaikan, oleh karena itu pada kesempatan ini, kami mengucapkan banyak terima kasih.

Pekanbaru, 8 Oktober 2019


Penyusun



DAFTAR ISI

Kata pengantar ................................................................................................... 1
Daftar isi............................................................................................................... 2
BAB I Pendahuluan............................................................................................ 3
1.1 Latar Belakang.................................................................................... 3
1.2 Rumusan Masalah............................................................................... 4
1.3 Tujuan Masalah................................................................................... 4

BAB II Pembahasan........................................................................................... 5
           2.1 Profesi.................................................................................................. 5
           2.2 Profesional............................................................................................ 7
           2.3 Profesionalitas ................................................................................      8
           2.4 Profesionalisme.................................................................................... 9
BAB III Penutup............................................................................................     10
           3.1 Kesimpulan...................................................................................... .... 10
           3.2 Saran .................................................................................................... 10
Daftar pustaka ...............................................................................................      11





BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Guru sebagai pendidik professional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukan pada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan masyarakat sekelilingnya. Masyarakat terutama akan melihat bagaimana sikap dan perbuatan guru itu sehari-hari, apakah memang ada yang patut di teladani atau tidak. Bagaimana guru meningkatkan pelayanan, meningkatkan pengetahuannya, memberikan arahan serta dorongan kepada anak didiknya tersebut dan bagaimana cara guru berpakaian dan berbicara serta cara bergaul baik dengan siswa, teman-temanya serta anggota masyarakat, sering menjadi perhatian masyarakat luas.
Guru tidak dapat dilepaskan dari pendidikan karena guru merupakan unsur yang mutlak dengan tugas sejatinya yaitu mendidik. Dalam mendidik tentu saja ada tujuannya yaitu menciptakan individu yang berakhlak mulia, cerdas, bertanggung jawab, takwa kepada Tuha, beriman, beraka, berbudi pekerti luhur serta memiliki kecakapan atau keterampilan yang bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Agar hal itu tercapai makan diperlukan guru yang professional, artinya guru yang cakap dalam mengelolan pembelajaran sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Di Indonesia memang masih sangat banyak guru yang  berada di bawah garis professional. Hal ini disebabkan oleh system pendidikan nasional yang kurang mumpuni, baik dari pemimpin, kurikulum, sarana dan prasarana, maupun guru itu sendiri. Dampaknya adalah mutu pendidikan Indonesia yang masih sangat rendah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga maupun negara internasional. Oleh karena itu, dibutuhi pembenahan jika ingin memperoleh perubahan ke arah yang positif. Salah satu upya pembenahan tersebut adalah menciptkan profesionalisme guru.



1.2  Rumusan Masalah
1)      Apa yang dimaksud dengan Profesi?
2)      Apa yang dimaksud dengan Profesional?
3)      Apa yang dimaksud dengan Profesionalitas?
4)      Apa yang dimaksud dengan Profesionalisme?

1.3  Tujuan Masalah
1)      Untuk Mengetahui pengertian dari Profesi
2)      Untuk Mengetahui pengertian dari Profesional
3)      Untuk Mengetahui pengertian dari Profesionalitas
4)      Untuk Mengetahui pengertian dari Profesionalisme

















BAB II
PEMBAHASAN

2.1   Pengertian Profesi
1.      Profesi
Profesi berasal dari bahasa latin “proffesio” yang mempunyai dua pengertian yaitu, janji atau ikrar dan pekerjaan. Bila artinya dibuat dalam pengertian lebih luas menjadi kegiatan “apa saja” dan “siapa saja” untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut dari pada pelaksanaan norma norma sosial dengan baik. Profesi merupakan jenis pekerjaan yang memenuhi beberapa kriteria.
Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan, dan sebagainya.
            Merujuk pada pendapat Elliot (1972), profesi secara historis dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu profesi sebagai status dan tipe profesi sebagai pekerjaan. Profesi sebagai status diartikan sebagai sesuatu yang secara relatis tidak begitu penting dalam organisasi kerja dan dalam melayani masyarakat, tetapi menduduki tempat yang tinggi dalam sstem tingkatan social masyarakat. Sementara profesi sebagai pekerjaan didasarkan pada spesialisasi dari pendidikan dan latihannya.
Profesi merupakan pekerjaan, dapat juga berwujud sebagai jabatan didalam suatu hierarki birokrasi, yang menuntut keahlian tertentu serta memiliki etika khusus untuk jabatan tersebut serta pelayanan baku terhadap masyarakat. Inti dari pengertian profesi ialah seseorang harus memiliki keahlian tertentu. Jadi, dapat disimpulkan bahwa profesi adalah pekerjaan yang dijalankan oleh seseorang yang menuntut adanya suatu keterampilan atau keahlian tertentu.  



2.      Ciri-ciri Profesi
Ada beberapa ciri profesi yang melekat yaitu: pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun. Adapun secara khusus sifat yang selalu melekat pada profesi adalah:
1)      Adanya kaidah dan standar mmoral yang sangat tinggi.
2)      Adanya pengetahuan khusus.
3)      Mengabdi pada kepentingan masyarakat.
4)      Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi.
5)      Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.
3.      Syarat-syarat Profesi Guru 
Untuk jabatan guru , menurut National Education Association (NEA) tahun 1948, maka profesi guru yang memerlukan kriteria khusus yaitu:
1)      Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual.
2)      Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.
3)      Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang lama dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka.
4)      Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
5)      Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen.
6)      Jabatan yang memerlukan baku (standarnya) sendiri.
7)      Jabatan yang lebih mementingkan layanan diatas keuntungan pribadi.
8)      Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
4.      Kriteria pekerjaan menjadi sebuah profesi
1)      Memenuhi spesialisasi dengan latar belakang teori yang luas.
2)      Merupakan karir karir yang dibina secara organisatoris .
3)      Diakui masyarakat sebagai suatu pekerjaan yang mempunyai status profesional.




2.2  Pengertian Profesional  
1.      Profesional
Kata profesional berasal dari profesi yang artinya syafruddin nurdin, diartikan sebagai suatu pekerjaan yang memerlukan pendidikan lanjut didalam science dan teknologi yang digunakan dengan perangkat dasar untuk di implementasikan dalam berbagai kegiatan bermanfaat. Menurut UU RI No. 14/2005 pasal 1 ayat 4, professional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau noerma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.
Profesional  merupakan orang yang menyandang suatu jabatan atau pekerjaan yang dilakukan dengan keahlian atau keterampilan yang tinggi. Dengan kata lain, pekerjaan yang bersifat professional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dikerjaan oleh mereka yang karena tidak memperoleh pekerjaan lain (sudjana,1988).
2.      Karakteristik Guru Profesiional
1)      Memahami siswa dan bagaimana mereka belajar.
2)      Menguasai mata pelajaran dan menguasai bagaimana cara belajar siswa.
3)      Bertanggung jawab mengolah kelas dan memonitor perkembangan belajar siswa.
4)      Berfikir secara sistematis bagaimana tugas mengajar diajalankan dan memiliki gambaran bagaimana pelaksana tugasnya.
5)      Guru adalah warga masyarakat pembelajar.









2.3  Pengertian Profesionalitas
1.      Profesionalitas
Pengertian profesionalitas guru adalah  seperangkat fungsi, tugas dan tanggung jawab dalam lapangan pendidikan berdasarkan keahlian yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan khusus dibidang pekerjaannya dan mampu mengembangkan secara ilmiah disamping bidang profesinya.
Profesionalitas berakar pada kata profesi yang berarti pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian. Profesionalitas itu sendiri dapat berarti mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang profesional. Profesionalitas guru dapat berarti guru yang profesional, yaitu (Sahabuddin,1993:6) seorang guru yang mampu merencanakan program belajar mengajar, melaksanakan dan memimpin Proses Belajar Mengajar, menilai kemajuan Proses Belajar Mengajar dan memanfaatkan hasil penilaian kemajuan belajar mengajar dan informasi lainnya dalam penyempurnaan Proses Belajar Mengajar.
2.      Cara meningkatkan profesionalitas guru
   Guru yang profesional adalah guru yang menguasai karakteristik bahan ajar dan karakteristik peserta didik. Karakterstik bahan ajar meliputi konsep, prinsip, teori yang terdapat dalam bahan ajar. Karakteristik peserta didik  meliputi potensi, sikap, minat, akhlak mulia dan personality/kepribadian peserta didik.
3.      Prinsip profesionalitas
         Menurut UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen (BAB III pasal 7) prinsip profesionalisme guru dan dosen dinyatakan sebagai berikut:
1)      Profeesi guru dan dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip.
2)      Pemberdayaan profesi guru atau pemberdayaan profesi dosen diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak deskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dank ode etik profesi.



2.4  Profesionalisme
1.      Pengertian Profesionalisme
Arti dari profesionalisme sama dengan orang yang hidup dengan cara mempraktekkan keterampilan yang mereka miliki dan terlibat dengan kegiatan yang sesuai dengan keahliannya tersebut. Profesionalisme sama dengan orang yang menjalankan profesi atau pekerjaan tapi sesuai dengan keahlian. Karena di Indonesia sendiri ada cukup banyak pekerja yang tidak sesuai antara sekolah, pekerjaan dengan keahlian mereka.
Selain itu seorang profesional juga harus bisa bertindak secara objektif, bebas dari rasa benci, sentimen, malu, malas dan enggan untuk mengambil keputusan. Perhatikan juga 3 hal pokok pada sesorang yang memiliki sikap profesional. Mulai dari:
1)      Skill
2)      Attitude
3)      Knowledge
Skill sendiri merupakan keahlian yang benar-benar dimiliki oleh orang tersebut sesuai keahliannya. Sedangkan knowledge berarti orang tersebut harus menguasai, berwawasan ilmu sesuai dengan bidangnya. Untuk attitude berarti orang tersebut tidak hanya pintar, tapi juga harus memiliki etika yang harus diterapkan pada bidang yang mereka pilih.
2.      Ciri-ciri Preofesionalisme
1)      Profesiionalisme menghendaki sifat mengajar kesempurnaan hasil, sehingga kita dituntut untuk selalu mencari peningkatan mutu.
2)      Profesionalisme memerlukan kesungguhan dan ketelitian kerja yang hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan kebiasaan.
3)      Profesionalisme menuntut ketekunan dan ketabahan yaitu sifat tidak puas atau putus asa sampai hasil tercapai.
4)      Profesionalisme memerlukan integritas tinggi yang tidak tergoyahkan oleh keadaan terpaksa atau kodaan iman seperti harta dan kenikmatan hidup.
5)      Professionalisme memerlukan adanya kebulatan fikiran dan perbuatan sehingga terjaga keefektivitas kerja yang tinggi.
BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Profesi merupakan suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian atau keterampilan dari pelakunya. Profesi  adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai suatu kegiatan pokok yang dapat menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.
3.2  Saran
Semoga setelah membaca makalah ini pembaca mampu memperhatikan perkembangan profesi dan hal-hal yang mendasari tentang profesi baik profesional, profesionalitas, dan profesionalisme dalam rangkan mencerdaskan generasi bangsa ini.















DAFTAR PUSTAKA

Yuni Hendrowati Tri, Profesi Kependidikan.  STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung.






Rabu, 16 Oktober 2019

Cahaya Bulan


A.    Pengertian Lingustik
Linguistik adalah studi tentang bahasa - bagaimana ia disatukan dan bagaimana fungsinya. Berbagai blok bangunan dari berbagai jenis dan ukuran digabungkan untuk membuat bahasa. Suara disatukan dan kadang-kadang ketika ini terjadi, mereka mengubah bentuk dan melakukan hal-hal yang menarik. Kata-kata disusun dalam urutan tertentu, dan kadang-kadang awal dan akhir kata diubah untuk menyesuaikan artinya. Maka makna itu sendiri dapat dipengaruhi oleh pengaturan kata-kata dan oleh pengetahuan pembicara tentang apa yang akan dipahami pendengar. Linguistik adalah studi tentang semua ini. Ada berbagai cabang linguistik yang diberi nama sendiri, beberapa di antaranya diuraikan di bawah ini. Ahli bahasa adalah orang yang mempelajari ilmu bahasa.
Berbagai blok bangunan dari berbagai jenis dan ukuran digabungkan untuk membuat bahasa. Suara disatukan dan kadang-kadang ketika ini terjadi, mereka mengubah bentuk dan melakukan hal-hal yang menarik. Kata-kata disusun dalam urutan tertentu, dan kadang-kadang awal dan akhir kata diubah untuk menyesuaikan artinya. Maka makna itu sendiri dapat dipengaruhi oleh pengaturan kata-kata dan oleh pengetahuan pembicara tentang apa yang akan dipahami pendengar.
Linguistik adalah studi tentang semua ini. Ada berbagai cabang linguistik yang diberi nama sendiri, beberapa di antaranya diuraikan di bawah ini. Ahli bahasa adalah orang yang mempelajari ilmu bahasa. Dalam linguistik, tata bahasa adalah seperangkat aturan struktural yang mengatur komposisi klausa, frasa, dan kata-kata dalam bahasa alami. Istilah ini juga merujuk pada studi aturan-aturan semacam itu dan bidang ini mencakup fonologi, morfologi, dan sintaksis, yang sering kali dilengkapi oleh fonetik, semantik, dan pragmatik.





Bagian dari linguistik yang berkaitan dengan struktur bahasa dibagi menjadi beberapa subbidang:
1)      Fonetik - studi tentang bunyi bunyi dalam aspek fisiknya
Ini termasuk memahami bagaimana suara dibuat menggunakan mulut, hidung, gigi dan lidah, dan juga memahami bagaimana telinga mendengar suara-suara itu dan dapat membedakannya. Sebuah studi tentang fonetik melibatkan mempraktikkan menghasilkan suara (terkadang eksotis), dan mencari tahu suara yang Anda dengar. Bentuk gelombang dari setiap suara dapat dianalisis dengan bantuan program komputer. Dalam bahasa isyarat, fonetik merujuk pada kemungkinan bentuk, gerakan, dan penggunaan ruang fisik.
2)      Fonologi - studi tentang suara yang berbicara dalam aspek kognitif mereka atau pola suara
Dalam fonologi, penting apakah suara itu kontras atau tidak, yaitu, apakah mengganti suara dengan yang lain memberikan makna yang berbeda, atau "kontras,". Misalnya dalam bahasa Inggris, [r] dan [l] adalah dua suara yang berbeda - dan kata "jalan" dan "memuat" berbeda sesuai dengan suara mana yang digunakan. Tetapi dalam beberapa bahasa, [r] dan [l] adalah variasi dari suara yang sama. Mereka tidak pernah bisa membuat perbedaan makna dalam kata-kata yang berbeda hanya dengan suara itu. Ahli fonologi menggambarkan konsonan dan vokal kontras dalam suatu bahasa, dan bagaimana pengucapan dipengaruhi oleh posisi bunyi dalam kata dan bunyi yang ada di dekatnya. Mereka juga tertarik pada suku kata, frasa, ritme, nada, dan intonasi.
3)      Morfologi - studi tentang pembentukan kata-kata
Sebagai contoh, kata bahasa Inggris 'tak terikat' benar-benar terdiri dari tiga bagian, satu merujuk pada proses membalikkan suatu tindakan (tidak), satu menunjukkan tindakan memutar hal-hal seperti string bersama-sama sehingga mereka tetap (mengikat), dan yang terakhir menunjukkan bahwa tindakan terjadi di masa lalu (-d). Banyak bahasa memiliki cara yang jauh lebih kompleks untuk menyatukan kata-kata. Morfologi berinteraksi dalam cara-cara penting dengan fonologi (menyatukan suara dapat menyebabkan mereka berubah) dan sintaksis, yang perlu memperhatikan bentuk kata ketika menggabungkannya dengan kata-kata lain.
4)      Sintaks - studi tentang pembentukan kalimat
kalimat dikonstruksi dan digabungkan dalam bahasa tertentu. Menulis tata bahasa membutuhkan pendefinisian aturan yang mengatur struktur kalimat bahasa. Aturan tersebut melibatkan urutan kata, dan bentuk kata dalam berbagai posisi yang memungkinkan. Ada pola umum di antara bahasa yang bahkan tidak berhubungan, dan banyak ahli bahasa percaya ini adalah hasil dari prinsip-prinsip umum yang berlaku untuk sebagian besar, jika tidak semua, bahasa. Sebagai contoh, bahasa di mana objek langsung umumnya mengikuti kata kerja memiliki banyak kesamaan, berbeda dengan hal-hal yang sama dimiliki oleh bahasa di mana objek langsung umumnya mendahului kata kerja.
5)      Semantik - studi tentang makna
Ini berfokus pada hubungan antara kata-kata, frasa dan potongan-potongan bahasa lainnya dan pada bagaimana kata-kata dan frasa ini terhubung ke dunia. Pragmatik serupa, tetapi ini melibatkan studi tentang bagaimana penutur bahasa menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dan mencapai apa yang mereka inginkan. Pragmatik lebih melihat pada hubungan antara pembicara dan pendengar yang memungkinkan asumsi dibuat tentang pesan yang dimaksud, dengan mempertimbangkan, misalnya, cara konteks berkontribusi pada makna. Contoh klasiknya adalah ketika seseorang ditanya, "Apakah Anda mau kopi?" Apakah jawaban "Kopi akan membuat saya tetap terjaga" berarti ya atau tidak? Itu tergantung apakah orang itu ingin tetap terjaga - dan si penanya hanya akan mengerti arti yang dimaksudkan jika mereka tahu apakah orang itu ingin tetap terjaga.
6)      Pragmatik - studi tentang penggunaan bahasa atau bahasa dalam konteks
Cabang linguistik yang mempelajari hubungan antara konteks luar bahasa dan maksud tuturan. Konteks luar bahasa ialah unsur di luar tuturan yang mempengaruhi maksud tuturan. Maksud tidak bisa dilihat dari bentuk dan makna saja, tetapi juga dari tempat dan waktu berbicara, siapa saja yang terlibat, tujuan, bentuk ujaran, cara penyampaian, alat berbicara, norma-norma, dan genre. Yang dipelajari dalam pragmatik meliputi tindak tutur, implikatur tuturan, interaksi percakapan, dan faktor-faktor eksternal percakapan.
Linguistik juga berhubungan dengan faktor sosial, budaya, sejarah dan politik yang memengaruhi bahasa, yang sering menentukan konteks berbasis bahasa dan linguistik. Penelitian tentang bahasa melalui cabang-cabang linguistik historis dan evolusioner juga berfokus pada bagaimana bahasa berubah dan tumbuh, khususnya dalam periode waktu yang panjang.
Ada sistem aturan (dikenal sebagai tata bahasa) yang mengatur komunikasi antara anggota suatu masyarakat tutur tertentu. Tata bahasa dipengaruhi oleh suara, dan makna, dan termasuk morfologi (pembentukan, dan komposisi kata-kata), sintaks (pembentukan, dan komposisi frasa, dan kalimat dari kata-kata ini), dan fonologi (sistem suara). Melalui korpus linguistik, potongan besar teks dapat dianalisis untuk kemungkinan kejadian bentuk linguistik tertentu, dan pola gaya dalam wacana tertulis atau lisan.
Setiap bahasa manusia adalah suatu kompleks pengetahuan dan kemampuan yang memungkinkan penutur bahasa untuk berkomunikasi satu sama lain, untuk mengekspresikan ide, hipotesis, emosi, keinginan, dan semua hal lain yang perlu diungkapkan. Linguistik adalah studi tentang sistem pengetahuan ini dalam semua aspeknya.











B.     Tujuan Linguistik
Tujuan utama linguistik, seperti semua disiplin intelektual lainnya, adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kita tentang dunia. Karena bahasa bersifat universal dan mendasar bagi semua interaksi manusia, pengetahuan yang diperoleh dalam linguistik memiliki banyak aplikasi praktis. Bahasa dapat dipahami sebagai suatu interaksi suara, dan makna. Disiplin yang mempelajari suara linguistik disebut sebagai fonetik, yang berkaitan dengan sifat sebenarnya dari suara pidato, dan suara non pidato, dan bagaimana mereka diproduksi, dan dirasakan. Studi tentang makna bahasa, di sisi lain, ini berkaitan dengan bagaimana bahasa menggunakan logika, dan referensi dunia nyata untuk menyampaikan, proses, dan menetapkan makna, serta untuk mengelola, dan menyelesaikan ambiguitas. Hal ini pada gilirannya mencakup studi semantik (bagaimana makna disimpulkan dari kata-kata, dan konsep) dan pragmatik (bagaimana makna disimpulkan dari konteks).



Senin, 07 Oktober 2019

Tentang Dia



Namanya adalah Dinda Triana Safitri. Biasanya sering dipanggil Dinda. Eeh terkadang sering juga dipanggil dindut karena badan dia yang sedikit gendut (kata temannya) wkwwkw. Dia lahir di bedeng dua, 03 januari 2000. Btw, bedeng dua itu di kerinci, jambi ya guys. Beliau adalah perempuan keturunan JAMIN (Jawa-Minang) mamak dia jawa dan bapak dia minang. Banyak teman dia mengatakan bahwa dia tidak mempunyai suku karena mamak dia yang jawa. Bagi dia sih no problem asalkan dia tidak lupa akan adat istiadatnya. Dia adalah anak ke-6 dari 6 bersaudara. Anak bungsu guys hahaha. Rata-rata orang mengira anak bungsu adalah anak yang paling manja. Walaupun banyak yang mengatakan seperti itu. But, dia adalah sosok anak yang  mandiri, sabar dan humor. Dia suka melawak dan dia suka membuat teman-teman di sekelilingnya bikin ketawa. Bagi dia teman adalah segalanya selagi dia bisa membuat orang lain bahagia dan ceria. Walaupun dibalik keceriaan dia itu menyimpan rasa sedih hahah kok jadi curhat sih. Skip aja ya guys.

Sedikit cerita ni, dari tamat SMP dia mulai beranjak untuk mandiri. Dia memutuskan melanjutkan SMA di duri,riau. Dia disana tinggal bersama kakaknya yang sudah bekerja cukup lama di kota itu. Setelah tamat SMA dia pindah ke rumbai kota pekanbaru bersama kakak nya dan dia melanjutkan perguruan tinggi di Unveritas Lancang Kuning Pekanbaru. Sebelum tes dikampus tersebut, dia mendaftar pertama di kampus UNRI dan UIN setelah tes disana dan menunggu pengumuman kelulusan dan akhirnyaaa jengjengjengggg Tidak lulus guys L Sedikit sedih sih guys karena sahabat dia lulus di salah satu Universitas tersebut. But, she will not give up. Setelah kejadian tersebut dia mendaftarkan diri di Universitas Lancang Kuning dan Allhamdullilah diterima di kampus tersebut.

Dia adalah mahasiswi Fakultas FKIP Jurusan Bahasa Inggris. Sekarang dia telah memasuki semester-3. Disemester ini dia sudah sedikit gugup dengan jurusan yang dipilihnya. But, dia tetap yakin bahwa dia harus bisa dengan  jurusan yang telah dipilihnya. Selain dia pergi kekampus setiap jadwalnya, dia pun mengikuti Unit kegiatan Mahasiswa Pencak Silat di kampus dan mengikuti organisasi diluar kampus guys. Mengkuti kegiatan di kampus itu sangat menyenangkan lho guys kuliah tidak hanya, kuliah pulang kuliah pulang saja atau biasa bagi mahasiswa menyebutnya Kupu-kupu hehehe. Dan kebetulan juga dia orangnya pembosan makanya dia ingin mengkuti kegiatan yang ada dikampus maupun luar kampus. Intinya kita bisa mengatur waktu guys. Kuliah itu tidak hanya belajar didalam kampus guys tapi diluar kampus pun juga. Apalagi bersosialisai itu pun sangat penting.


Ok guys sekian dari gambaran dari dia dan saya harap tidak bosan membacanya. Thank you and see you guys J